Minggu, 29 April 2018

Etika Politik, Pancasila & Psikologi

06.57 0 Comments

Hubungan antara Etika Politik dan Pancasila terhadap Psikologi


Apasih Etika dan Etika Politik itu?
Secara etimologi etika berasal dari bahasa yunani yaitu ‘ethos’ yang berarti watak, adat ataupun kesusilaan. Etika termasuk kelompok filsafat praktis dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu etika umum dan etika khusus. Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu, atau bagaimana kita  harus mengambil sikap bertanggung jawab yang berhadapan dengan berbagai ajaran moral (Suseno, 1987).
Etika umum merupakan prinsip- prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia sedangkan etika khusus membahas prinsip-prinsip. Etika khusus dibagi  menjadi etika individu yang membahas kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan etika sosial yang membahas tentang kewajiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup masyarakat, yang merupakan suatu bagian terbesar dari etika khusus.
Menurut Bartens, sebenarnya terdapat tiga makna dari etika. Pertama, etika dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya (sistem nilai dalam hidup manusia perseorangan atau hidup bermasyarakat). Kedua, etika dipakai dalam arti kumpulan asas dan nilai moral, yang dimaksud disini adalah kode etik. Ketiga, etika dipakai dalam arti ilmu tentang yang baik atau yang buruk (sama dengan filsafat moral).
Sementara itu, Etika politik merupakan sebuah cabang dalam ilmu etika yang membahas hakikat manusia sebagai makhluk yang berpolitik dan dasar-dasar norma yang dipakai dalam kegiatan politik. Etika politik sangat penting karena mempertanyakan hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan mempertanyakan atas dasar apa sebuah norma digunakan untuk mengontrol perilaku politik. Etika politik menelusuri batas-batas ilmu politik, kajian ideologi, asas-asas dalam ilmu hukum, peraturan-peraturan ketatanegaraan dan kondisi psikologis manusia sampai ke titik terdalam dari manusia melalui pengamatan terhadap perilaku, sikap, keputusan, aksi, dan kebijakan politik.
Jadi, tugas utama etika politik sebagai metode kritis adalah memeriksa legitimasi ideologi yang dipakai oleh kekuasaan dalam menjalankan wewenangnya. Namun demikian, bukan berarti bahwa etika politik hanya dapat digunakan sebagai alat kritik. Etika politik harus pula dikritisi. Oleh karena itu, etika politik harus terbuka terhadap kritik dan ilmu-ilmu terapan.
Fungsi etika politik dalam masyarakat terbatas pada penyediaan alat-alat teoritis untuk mempertanyakan serta menjelaskan legitimasi politik secara bertanggung jawab. Jadi, tidak berdasarkan emosi, prasangka dan apriori, melainkan secara rasional objektif dan argumentatif. Etika politik tidak langsung mencampuri politik praktis. Tugas etika politik membantu agar  pembahasan masalah-masalah ideologis dapat dijalankan secara objektif.

Pancasila sebagai Sistem Etika.
Nilai, norma, etika, dan moral adalah konsep-konsep yang saling berkaitan. Dalam hubungannya dengan Pancasila maka akan memberikan pemahaman yang saling melengkapi sebagai sistem etika. Pancasila sebagai sistem etika adalah poin – poin  yang terkandung di dalam pancasila yang mencerminkan etika yang ada pada diri bangsa Indonesia:
1.      Negara Indonesia berdasarkan sila I “Ketuhanan Yang Maha Esa” → bukan negara Teokrasi (tidak mendasarakan pada legitimasi religius) → Namun secara moralitas kehidupan negara harus sesuai dengan nilai-nilai yang berasal dari TUHAN terutama hukum serta moral dalam kehidupan negara.
2.      Sila II “Kemanusaian yang adil dan beradab” → Negara pada prinsipnya merupakan persekutuan hidup manusia sebagai mahluk TUHAN Yang Maha Esa.
3.      Sila III “Persatuan Indonesia” → Bangsa Indoneia sebagai bagaian dari umat manusia di dunia hidup secara bersama dalam suatu wilayah tertentu dengan suatu cita-cita serta prinsip-prinsip hidup demi kesejahteraan bersama.
4.      Sila IV “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” → Negara adalah berasal dari rakyat dan segala kebijaksanaan dan kekuasaan yang dilakukan senantiasa untuk rakyat.
5.      Sila V “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” → Negara Indonesia adalah negara hukum, oleh karena itu, “Keadilan” dalam hidup bersama (keadilan sosial) merupakan tujuan dalam kehidupan negara.
Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, etika politik menuntut agar kekuasaan dalam negara dijalankan sesuai dengan;
1.      Asas legalitas (legitimasi hukum), yaitu dijalankan sesuai dengan hukum yang berlaku.
2.      Disahkan dan dijalankan secara demokratis (legitimasi demokratis).
3.      Dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip moral atau tidak bertentangan dengannya (legitimasi moral).
Pembentukan etika ini berdasarkan hati nurani dan tingkah laku, tidak ada paksaan dalam hal ini. Pancasila memegang peranan dalam perwujudan sebuah sistem etika yang baik di negara ini. Pancasila sebagai etika politik maka mempunyai lima prinsip itu berikut ini disusun menurut pengelompokan Pancasila, karena Pancasila memiliki logika internal yang sesuai dengan tuntutan-tuntutan dasar etika politik modern.
A.    Pluralisme
Pluralisme adalah kesediaan untuk menerima pluralitas, artinya untuk hidup dengan positif, damai, toleran, dan biasa/normal bersama warga masyarakat yang berbeda pandangan hidup, agama, budaya, adat. Pluralisme  mengimplikasikan pengakuan terhadap kebebasan beragama, kebebasan berpikir, kebebasan mencari informasi, toleransi. Pluralisme memerlukan kematangan kepribadian seseorang dan sekelompok orang.
B.     Hak Asasi Manusia
Jaminan hak-hak asasi manusia adalah bukti Kemanusian yang adil dan beradab. Karena hak-hak asasi manusia menyatakan bagaimana manusia wajib diperlakukan dan wajib tidak diperlakukan. Jadi bagaimana manusia harus diperlakukan agar sesuai dengan martabatnya sebagai manusia. Karena itu, hak-hak asasi manusia adalah baik mutlak maupun kontekstual dalam pengertian sebagai berikut:
a.       Mutlak karena manusia memilikinya bukan karena pemberian Negara, masyarakat, melainkan karena pemberian Sang Pencipta .

b.      Kontekstual karena baru mempunyai fungsi dan karena itu mulai disadari, diambang modernitas di mana manusia tidak lagi dilindungi oleh adat/tradisi, dan seblaiknya diancam oleh Negara modern.


C.     Demokrasi
Prinsip “kedaulatan rakyat” menyatakan bahwa tak ada manusia atau sebuah elit atau sekelompok ideologi berhak untuk menentukan dan memaksakan orang lain harus atau boleh hidup. Demokrasi berdasarkan kesadaran bahwa mereka yang dipimpin berhak menentukan siapa yang memimpin mereka dan kemana mereka mau dipimpin. Jadi demokrasi memerlukan sebuah sistem penerjemah kehendak masyarakat ke dalam tindakan politik.
Demokrasi hanya dapat berjalan baik atas dua dasar yaitu :
     a. Pengakuan dan jaminan terhadap HAM; perlindungan terhadap HAM menjadi prinsip mayoritas tidak menjadi kediktatoran mayoritas.
     b. Kekuasaan dijalankan atas dasar, dan dalam ketaatan terhadap hukum (Negara hukum demokratis). Maka kepastian hukum merupakan unsur harkiki dalam demokrasi (karena mencegah pemerintah yang sewenang-wenang).

D. Keadilan Sosial
Keadilan merupakan norma moral paling dasar dalam kehidupan masyarakat. Moralitas masyarakat mulai dengan penolakan terhadap ketidakadilan. Tuntutan keadilan sosial tidak boleh dipahami secara ideologis, sebagai pelaksanaan ide-ide, ideologi-ideologi, agama-agama tertentu, keadilan sosial tidak sama dengan sosialisme. Keadilan sosial adalah keadilan yang terlaksana. Dalam kenyataan, keadilan sosial diusahakan dengan membongkar ketidakadilan-ketidakadilan yang ada dalam masyarakat. Ketidakadilan adalah diskriminasi di semua bidang terhadap perempuan, semua diskriminasi atas dasar ras, suku dan budaya.
Untuk itu tantangan etika politik paling serius di Indonesia sekarang adalah:
a. Kemiskinan, ketidakpedulian dan kekerasan sosial.
b. Ekstremisme ideologis yang anti pluralism, pertama-tama ekstremisme agama dimana mereka yang merasa tahu kehendak Tuhan merasa berhak juga memaksakan pendapat mereka pada masyarakat.
     c. Korupsi.

E. Solidaritas Bangsa
Solidaritas bermakna manusia tidak hanya hidup demi diri sendiri, melainkan juga demi orang lain, bahwa kita bersatu senasib sepenanggungan. Manusia hanya hidup menurut harkatnya apabila tidak hanya bagi dirinya sendiri, melainkan menyumbang sesuatu pada hidup manusia-manusia lain. Sosialitas manusia berkembang secara melingkar yaitu keluarga, kampung, kelompok etnis, kelompok agama, kebangsaan, solidaritas sebagai manusia.  Maka di sini termasuk rasa kebangsaan. Manusia menjadi seimbang apabila semua lingkaran kesosialan itu dihayati dalam kaitan dan keterbatasan masing-masing.

                                                                                                

Sumber:


Minggu, 01 April 2018

Ilmu Alamiah Dasar #Part2

00.01 0 Comments

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)??

Kalau di blog aku sebelumnya membahas makna dari ilmu dan pengetahuan, sekarang disini aku mau nambahin wawasan kalian lagi nih. Jadi ilmu pengetahuan banyak sekali di aplikasikan pada teknologi lho. Mungkin buat masyarakat Indonesia yang hidup di tahun 50-90an pasti merasakan sekali perbedaan dalam kehidupan di dunia ini khususnya pada teknologi itu sendiri. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yaitu suatu sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan ataupun wawasan seseorang dibidang teknologi. Dapat juga dikatakan, definisi IPTEK ialah merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, baik itu penemuan yang terbaru yang bersangkutan dengan teknologi ataupun perkembangan dibidang teknologi itu sendiri.
Sesuatu yang berada di muka bumi ini pasti memiliki dampak positif maupun negatif, begitu juga dengan IPTEK. Dampak positif nya ialah IPTEK sendiri bisa meringankan pekerjaan manusia, membuat segala sesuatu nya menjadi mudah dan ringan, dapat mengurangi pemakaian bahan-bahan alami yang semakin lama semakin langka, dan membuat kehidupan manusia menjadi lebih maju dan keren. Tetapi IPTEK pun memunculkn dampak negatif apabila yang memproduksi maupun yang mengonsumsi itu berlebihan. Seperti hal nya dapat merusak moral, dapat menimbulkan kemalasan, ketergantungan, dan efek ketagihan.

Lalu kita bisa melihat adanya IPTEK dalam bidang transportasi seperti kemunculan mobil, motor, kapal laut, pesawat, kereta api, dll. Kemunculan transportasi tersebut sangat memudahkan masyarakat Indonesia untuk berpergian dalam waktu singkat, lalu bisa memudahkan pengiriman barang dengan cepat dan aman. Mungkin beberapa dari kalian ada yang tidak merasakan ‘susahnya’ bepergian pada zaman dahulu, kalau ingin mengirimkan barang seperti inpor ekspor juga susah, dikarenakan tidak adanya transportasi yang memenuhi seperti sekarang ini. Dulu tranposrtasi hanya memanfaatkan pada hewan-hewan seperti kuda yang nanti nya dijadikan andong, atau dengan sepeda bahkan dengan jalan kaki. Penggunaan mobil atau motor pun terbatas, hanya sedikit orang yang dapat menggunkannya. Itupun masih yang bahan bakar nya tidak ramah lingkungan sehingga asep nya sangat ngebul dan bau. Walaupun memudahkan masyrakat, tetapi zaman sekarang kan kalau beli mobil ataupun motor kan merupakan hal yang mudah, misalnya dari pembelian bisa dicicil lalu dp 0%, yang menyebabkan transportasi tersebut mendominasi jalanan yang menyebabkan kemacetan, kecelakan yang banyak, bahkan banyak membuat orang menjadi agresif saat dijalan.

Lalu IPTEK juga berkembang di bidang pendidikan. Seperti kita sadari, kalau kita mencari informasi atau hal yang kita belum tau kita bisa menggunakan barang-barang elektronik kita dalam mendapatkan pengetahuan. Jadi guru bukan satu-satunya sumber dari ilmu pengetahuan. Lalu bisa juga kita belajar di rumah karena lagi sakit sambil video call dengan guru saat guru tersebut sedang mengajar. Tapi negatif nya ialah kalau kita tidak cerdas dalam memilah pengetahuan baru tersebut. Bisa jadi pengetahuan tersebut bersifat menyesatkan karena di internet siapapun bisa menulis apapun. Jadi kita pun harus bisa memilah informasi dengan sebaik-baiknya.

Selanjutnya ada perkembangan IPTEK di bidang komunikasi. Hayoo siapa sih yang gapernah melakukan komunikasi? Tidak mungkin dong dari kalian ada yang tidak pernah melakukan komunikasi sama sekali. Yup, komunikasi merupakan hal yang sangat lumrah pada masyarakat Indonesia. Dan alat komunikasi kita banyak sekali lho. Misalnya aja ada smartphone, laptop, komputer, dll. Pasti dari kalian semua pada punya alat-alat tersebut kan? Alat-alat tersebut sangat memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan siapapun, bahkan dengan beda negara pun kita bisa terhubung dengan mudah dan cepat. Beda sekali dengan zaman dahulu, ketika ingin menyampaikan sesuatu pada orang jauh, kita harus menggunakan media surat menyurat. Itupun kecepetan dalam feedback nya diperlukan waktu yang sangat lama. Bersyukurlah kalian karena zaman sekarang yang sudah canggih, jadi kalau ingin berkomunikasi dengan orang-orang sangat mudah. Tetapi dampak negatif yang ditimbulkan ialah karna kita bisa berinterikasi dengan siapapun, terkadang orang memanfaatkan itu sebagai tindakan kejahatan.

Dan terakhir perkembangan IPTEK di bidang kesenian dan kebudayaan. Jangan salah lho, seni dan budaya juga merupakan terobosan dari perkembangan IPTEK itu sendiri. Masyarakat bisa mempopulerkan seni dan budaya Indonesia melalui teknologi-teknologi canggih. Misalnya kita merekam suatu tarian khas Bali dan mengupload nya di beberapa media, seperti youtube. Yang mengakses youtube itu dari semua kalangan dan semua negara. Dan orang-orang menjadi tau dan mungkin ini mempelajari tarian khas Bali tersebut. Namun adanya dampak negatif yang ditimbulkan misalnya perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women : From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. 


Sumber :


Sabtu, 31 Maret 2018

Ilmu Alamiah Dasar #Part1

09.33 0 Comments

Ilmu, Pengetahuan dan Metode Ilmiah??

Hai hai hai, kali ini aku mau ngebahas mengenai ilmu, pengetahuan dan metode ilmiah. Sebelumnya, menurut kalian ilmu dengan pengetahuan sama gak sih? Kalau menurut saya sih awalnya ya sesuatu yang yang disebut dengan ilmu ialah hal yang diperoleh dengan cara-cara atau syarat-syarat tertentu dan sudah di uji kebenarannya. Dan pengetahuan sesuatu yang berbeda dengan ilmu, pengetahuan bisa didapetin dimana aja tanpa syarat-syarat tertentu. Misalnya saat kita masih berusia kanak-kanak awal, lalu kita melihat figur orangtua kita makan menggunakan tangan kanan, maka otomatis kita mendapat pengetahuan mengenai kalau makan harus menggunakan tangan kanan. Tapi menurut kalian bener tidak sih mengenai pendapat saya? Atau kalian punya pemikiran yang lainnya? Daripada ribut, mending kita kupas yuk, hehe.

Ilmu adalah pengetahuan yang sudah dikelompokkan, disistematisasi, dan diinterpretasikan sehingga menghasilkan suatu kebenaran objektif serta sudah diuji kebenarannya secara ilmiah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.
Sementara pengetahuan (knowledge) merupakan hasil dari tahu, yang terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni: indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba”.  Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.
Apa aja sih syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan dapat disebut dengan ilmu?
1.      Objektif
Artinya bahwa kebenaran melekat pada bendanya dan bukan pada orang yang menilainya. Misalnya saya mengukur berat 1 ember air seberat 1 kg, sedangkan orang lain mengukur benda tadi juga maka akan didapatkan hasil yang sama. Kebenaran tersebutlah yang disebut sebagai Kebenaran yang objektif.
Berbeda dengan subjektif, yang kebenarannya berdasarkan penilaian seseorang. Misalnya saya menilai Justin Bieber sangat tampan tetapi teman saya menilai Justin Bieber tidak terlalu tampan. Sehingga penilaian tentang Justin Bieber bersifat subjektif, karena semua kebenarannya tegantung orang yang menilainya.
2.      Metodis
Metodis berasal dari bahasa Yunani “Metodos” yang artinya: cara, jalan. Metodis artinya metode/cara tertentu yang dipakai dan biasanya merujuk kepada sebuah metode ilmiah.
3.      Sistematis
Didalam pengalamannya mencoba menjelaskan dan mengetahui suatu objek, ilmu harus terumus dan teruraikan di dalam hubungan yang masuk diakal (logis) dan teratur agar terbentuk suatu sistem yang memiliki keutuhan, menyeluruh, terpadu dalam segi arti, dan dapat memaparkan sebuah rangkaian sebab akibat menyangkut tentang objektifnya.
4.      Universal
Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180º.


Lho, judul nya kok terdapat metode ilmiah nya? Apa hubungannya sih? Jadi kalau kalian teliti membaca tulisan saya dari awal, ilmu dan pengetahuan sama sama merujuk pada kebenaran ilmiah dan metode ilmiah. Jika dijelaskan secara lengkap Metode Ilmiah terdiri dari 2 (dua) kata yaitu kata Metode dan Ilmiah. Metode merupakan cara seseorang dalam melakukan suatu kegiatan untuk memecahkan masalah yang ada secara sistematis. Sedangkan kata Ilmiah merupakan cara mendapatkan pengetahuan secara alami dan berdasarkan bukti fisis.
Langkah-langkah membuat metode ilmiah:
1. Melakukan Observasi.
Dalam peroses observasi seorang peneliti akan melakukan identifikasi terhadap sifat-sifat utama yang dimiliki oleh subjek yang akan diteliti. Proses ini dapat melibatkan proses penentuan definisi maupun observasi. Observasi sering sekali membutuhkan perhitungan atau pengukuran yang teliti.
Pengukuran dapat dilakukan di tempat-tempat tertentu misalnya seperti di laboratorium dan lain-lain. Proses pengukuran juga sering memerlukan peralatan misalnya seperti termometer jika akan mengukur suhu ataupun peralatan lainnya yang sesuai dengan objek yang diteliti. Lalu hasil dari pengukuran biasanya dimasukan kedalam sebuah tabel atau bisa juga digambarkan dalam bentuk grafik dan diproses dengan cara statistika. Di dalam pengukuran karya ilmiah biasanya akan disertai dengan estimasi (metode memperkirakan nilai dari suatu populasi dengan menggunakan nilai yang didapatkan dari sampel) ketidakpastian hasil dari pengukuran yang dilakukan. Dan ketidakpastian itu biasanya sering diestimasikan dengan melakukan pengukuran berulang-ulang dari kuantitas yang diukur.
2. Melakukan identifikasi masalah.
Perumusan masalah merupakan keharusan dalam metode ilmiah. Permasalahan dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, dengan menggunakan kalimat tanya. Dengan pertanyaan tersebut maka diharapkan dapat mempermudah orang untuk melakukan metode ilmiah, untuk mengumpulkan data atau informasi yang diperlukan, melakukan analisis terhadap data tersebut dan menyimpulkannya.
3. Menyatakan hipotesis.
Hipotesis dapat dikatakan sebagai suatu ide atau dugaan sementara penyelesaian permasalahan yang terdapat dalam penelitian ilmiah. Hipotesis sangat berguna untuk memungkinkan prediksi yang berdasarkan deduksi. Prediksi ini dapat meramalkan hasil dari eksperimen yang dilakukan. Dan hipotesis tersebut belum tentu diketahui akan kebenarannya.
4. Melakukan eksperimen.
Tujuan melakukan Eksperimen yaitu untuk menguji Hipotesis yang telah diajukan. Perhitungkanlah semua variabel yang ada, yaitu semua yang mempengaruhi eksperimen yang dilakukan. Hasil dari eksperimen akan meningkatkan probabilitas kebenaran hipotesis. Hasil eksperimen dapat menyalahkan hipotesisi apabila hasilnya bertentangan dengan hipotesis. Melakukan pencatatan yang detail pada hasil eksperimen sangatlah penting, karena untuk membantu dalam laporan eksperimen dan memberikan bukti efektivitas serta keutuhan dari cara-cara yang dilakukan.
Terdapat 3 (tiga) variabel yang harus diperhatikan, yang diantaranya:
  • Variabel bebas, yaitu variabel yang dapat diubah-ubah secara bebas.
  • Variabel terikat, yaitu variabel yang diteliti.
  • Dan Variabel kontrol, yaitu variabel yang dipertahankan tetap saat melakukan eksperimen.
5. Menyimpulkan hasil dari eksperimen.
Seseorang yang melakukan metode ilmiah mungkin saja akan mengulangi langkah-langkah yang lebih awal karena pertimbangan-pertimbangan tertentu. Ketidakberhasilan untuk membentuk kesimpulan yang menarik atau tepat dapat membuat seorang peneliti mempertimbangkan ulang subjek yang dipelajarinya. Karena ketidakberhasilan hipotesis dalam menghasilkan prediksi atau ramalan yang menarik dan teruji dapat membuat seorang peneliti mempertimbangkan hasilnya. Dapat juga membuat seorang peneliti mempertimbangkan ulang metode dari eksperimen bahkan hipotesis yang mendasarinya. Sering sekali eksperimen dalam metode ilmiah tidak dilakukan oleh orang yang membuat prediksi, karakterisasi didasarkan dari eksperimen yang dilakukan orang lain.
Kesimpulan ilmiah dapat dikatakan sebagai ringkasan dari hasil eksperimen yang dilakukan dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil yang didapatkan dari eksperimen dengan Hipotesis. Jika hasil dari eksperimen yang telah dilakukan tidak sesuai dengan hipotesis, maka lakukan hal-hal sebagai berikut ini:
  • Jangan mengubah hipotesisnya.
  • Jangan abaikan hasil dari eksperimen.
  • Berikanlah alasan-alasan yang logis atau masuk akal mengapa tidak bisa sesuai.
  • Berikanlah cara-cara yang mungkin dapat dilakukan selanjutnya, untuk menemukan penyebab dari ketidaksesuaian antara hasil ekperimennya dengan hipotesis.
  • Jika memang masih ada waktu, lakukan kebali eksperimen ataupun susun ulang kembali eksperimennya.
Kesimpulan harus berbentuk kalimat deklaratif atau kalimat yang bermaksud memberitakan yang ditulis secara singkat, jelas dan padat. Hindarilah menulis data-data yang tidak relevan dengan permasalahan yang diajukan.


Sumber :


Sabtu, 17 Maret 2018

#BelajarBarengYuk

03.49 0 Comments

Cara Membuat Bola-Bola Coklat



Bahan:
 ◦ 250 gr biskuit manis
 ◦ 100 gr gula halus
 ◦ 100 gr kacang almond
 ◦ 50 gr mentega cair
 ◦ 100 ml susu kental manis coklat
 ◦ Untuk toping, kalian bisa gunakan 200 gr dark cooking chocolate dan meises.

Cara membuat:
 ◦ Hancurkan biskuit manis hingga lembut.
 ◦ Kacang almond nya di panggang lalu cincang kasar.
 ◦ Campurkan semua bahan, lalu diaduk rata (kecuali toping).
 ◦ Ambil sedikit adonan lalu buat menyerupai bentuk bulat.
 ◦ Oh iya sambil pengerjaan adonan, dark chocolate nya dilelehkan ya. Kalau sudah meleleh, adonan yang sudah dibentuk menjadi bentuk bulat dicelupkan, lalu di gulingkan di atas meises.
 ◦ Hidangkan di piring/tempat lainnya.


 Selamat Mencoba😉






Kamis, 15 Maret 2018

#BelajarBarengYuk

23.38 0 Comments
Learning Germany Language



Assalamualaikum,
Halo lagi kawanku dimanapun kalian berada!😁 semoga kalian sehat selalu ya hehe.

Kali ini aku mau sedikit share aja nih sama kalian tentang pengenalan bahasa jerman. Oh iya, kalian penasaran gak sih kenapa tiba-tiba blog kali ini isinya tentang belajar bahasa jerman? Oke jadi singkat cerita nya aku tuh dari dulu tertarik banget buat pelajarin bahasa jerman. Soalnya kata temen-temen aku pas sma, bahasa jerman itu bahasa yang susah di benua eropa. Hmm, kalo kalian emang jago bahasa inggris, kemungkinan buat belajar bahasa jerman ga begitu susah ko:) hehe.

Aku cuma belajar belajar bahasa nya dari buku, dan suka searching di internet. Dan aku tuh dulu pas sma tertarik banget buat ngelanjutin pendidikan kuliah di jerman, makanya tuh dulu aku chat chat gitu kaka kelas aku yang di jerman, tapi.......dari segi biaya buat modal hidup kayaknya ga dulu deh hehehe, kasian orang tua:(


A. Oke deh gitu aja ah ceritanya haha, hmm kali ini aku bakal share kalian ilmu awal ya hehe. Biar kalian mudah memahami nya, aku kasih pembeda dari bahasa Indonesia-Inggris-Jerman ya. Selamat belajar!


Indonesia
Inggris
Jerman
Saya/aku
I
ich
Kamu
You
du
Mereka
They
Sie
Kita/kami
We
wir
Dia (perempuan)
She
sie
Dia (laki-laki)
He
er
Dia (neutral)
It
es


Lalu, bagaimana sih cara untuk memperkenalkan diri kita? Yup! Kita bisa menggunakan kalimat kalimat dibawah ini:

1.    Wie heißen Sie?
(siapa nama Anda?)
biasanya digunakan dalam bentuk formal atau bicara dengan orang yang lebih tua.

2.    Wie ist dein Name?
(siapa namamu?)
biasanya digunakan dalam bentuk yang tidak formal atau bicara dengan yang sebaya.

3.    Darf ich mich vorstellen?
(bolehkan saya memperkenalkan diri?)

Lalu kalimat kalimat di atas bisa dijawab dengan:

1.    Mein Name ist ...... (nama saya ......)
2.    ich bin ..... (saya .....)

Germany

B. Ungkapan untuk menyapa orang.

• Guten morgen = selamat pagi (mulai dari pagi hingga pukul 12.00)
• Guten tag = selamat siang (mulai dari pukul 12.00 hingga pukul 19.00)
• Guten abend = selamat malam (mulai dari pukul 19.00)


Mungkin isi blog ini cukup sampai situ dulu ya kawan kawan ku. Di lain blog aku akan ngasih kalian lanjutan dari pembelajaran ini. Semoga ilmu yang sedikit ini membawa berkah yang banyak. Auf Wiedersehen!!!!🙂

Rabu, 14 Maret 2018

#CurhatPengalaman

06.18 0 Comments

Rindu......



Assalamualaikum, ih udah lama ya ga ngepost blog. sekalinya ngepost malah tugas hihi, kali ini ngga ko guyss.
Isii blog kali ini ialaah..... jeng jeng jeeeng. Yup! Seperti judulnya, Rindu! Rindu siapa ya kira kira hehehe. Rindu pacar? mantan? gebetan? atau mantan gebetan? Haha, salah semua.
Mau nyoba nebak lagi gak nih? hehe. Oke deh cukup, dikasih tau aja ya dari pada penasaran (hmm padahal mah gaada yang penasaran sama hidup saya ya haha)

Oke, i miss basketball really so much. Yup, basket adalah olahraga yang sangat sangat sangat saya suka. Meskipun saya ga jago jago banget ya seperti pemain NBA gitu haha. Rindu dengan tim, terutama rindu sama pelatihnya mungkin ya HAHAHA (just kidding).

Mau cerita singkat aja sih pengalaman saya tentang basket. Jadi dulu saya gasuka banget deh sama basket, dikarenakan saat saya duduk dibangku SD kelas 5 atau 6 (lupa), sempat ada kejadian yang bikin saya gasuka basket gitu deh hehe. Jadi ceritanya dulu pelajaran olahraga kita mainin permainan bola basket, nah anak anak kelas disuruh bapa guru untuk melingkar di lapangan, jadi kita kaya passing gitu ke temen temen, ya bahasa gampang nya mah ngoper ngoper bola lah ya ke temen-temen di dalam lingkaran itu. Singkat cerita, disaat teman saya mau ngoper bola itu ke saya, saya lagi ga siap gitu deh, eh dia udah keburu ngoper bola ke saya, uuuh alhasil jari manis kanan saya kepletek kenceng gitu. Kepletek bahasa bagus nya apa yaa, pokonya kecetut gitu deh hahaha. Langsung deh jari saya di pijet gitu sama guru olahraga saya, dan btw sampe sekarang jari manis saya gabisa di pletekin lagi loh hehee.

Naahh, lama kelamaan kenapa yaa SMP, SMA, temen-temen saya join tim basket. Dan disitu saya malah jadi penasaran dan mencoba buat ga benci basket. Alhasil saya SMA masuk tim basket sekolah saya, nama nya AMBT (Al-Muslim Basketball Team), jadi kalo nemu AMBT berarti itu dari sekolah saya ya hehehehe. Yaudah deh jadinya malah sayaa ketagihan buat basket, basket, dan basket.

Dan yang saya paling rindukan ialah dimana saat mau lomba huhu, udah bikin tegang, latihan nya makin ketat, duh dulu mah bawaannya up (nyerah) lah yaa. Tapi saya kuat kok menempuh semuanya hahaha:) (sok kuat sih sebenernya mah).

Yaaa gitu deh ya, semenjak saya kuliah saya ga join buat tim basket kampus saya. Soalnya basket kampus saya tuh ada di kampus D Gunadarma yang letaknya ada di Depok sana. Sementara saya di Kalimalang huhu jauh:( , udah gitu latihan nya malem. 

Mau kasih 1 nih foto tim kesayangan akuu hehe, kenapa cuma 1? Karna foto-foto yang lainnya di hp yang lama dan itu rusak:(. I just have one, dan ini pun foto yang pernah aku post di instagram aku sendiri. Yaudahlah ya:(, intinya aku rindu baset, dan tim sukses ku