Kamis, 28 Juni 2018

#BelajarBarengYuk

18.39 0 Comments

Ar rahman, Yasin, Al waqiah atau Al kahf?


Assalamualaikum wr. wb
Apakabar kalian para pembaca blog ini? Semoga sehat selalu ya. Ditulisan kali ini aku mau meluruskan pemikiran yang masih simpang siur. Ini pun berdasarkan ilmu yang aku punya berdasarkan ceramah-ceramah yang suka aku dengerin di salah satu siaran di televisi dan ilmu yang aku bawa sendiri dari sekolah aku.

Apasih maksud dari judulnya? Jadi dari kebanyakan orang yang masih bingung “apasih yang harus saya baca pada malam Jum’at? Ar-Rahman kah? Yasin kah? Al-Waqiah kah? Atau Al-Kahfi?”

Sebelum aku jawab, kita harus tau dulu nih bahwasannya keempat surat itu baik dan bagus untuk dibaca. Tidak hanya 4 surat itu saja, 114 surat yang ada di Al-Qur’an pun juga sangat baik dan bagus untuk dibaca, dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berhubung kebanyakan orang bingung nih antara keempat surat itu, maka kita bahas dulu satu persatu keutamaannya biar lebih jelas lagi.

Yang pertama Ar-Rahman. Sampai saat ini sebetulnya aku ganemu ya ada hadits atau dalil yang menyuruh kita baca Ar-Rahman di malam Jum’at ataupun di hari Jum’at. Hanya saja dulu saat aku masih bersekolah, setiap hari Jum’at setelah shalat Dhuha kami selalu membacakan surat Ar-Rahman. Shalat Dhuha dan shalat sunnah rawatib jadi suatu kewajiban disekolah aku hehe. Tujuannya sih agar kami setelah lulus dari sekolah itu, kami terbiasa untuk menjalankan shalat-shalat sunnah.

Kedua, berbicara tentang Yasin. Banyak sekali yang menyegerakan dirinya untuk membaca surat Yasin pada malam Jum’at, aku pun demikian. Karna alesan aku lebih milih baca Yasin karena waktu senggang dari maghrib ke isya kan hanya sebentar, jadi aku lebih sering milih baca surat Yasin. Tapi sebenernya nih ya, setelah aku cross check lagi ternyata hadits atau dalil yang menganjurkan membaca Yasin di malam Jum’at itu lemah loh atau bisa dibilang palsu. Tetapi tetap dibolehkan dong, kan kita bisa meniatkan membaca Yasin untuk mengirim doa kepada saudara-saudara kita yang sudah meninggal dunia.

Ketiga, tentang Al-Waqiah. Banyak hadits atau dalil yang berkeluaran di media tulis, cetak maupun elektronik yang dipercayai bahwa itu benar. Diantaranya:
1. Imam Ad-Dailami rahimahullah meriwayatkan dari jalan Ahmad bin Umar Al-Yamami dengan sanadnya hingga Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma, (bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda) :
من قرأ سورة الواقعة كل ليلة لم تصبه فاقة أبدا، ومن قرأ كل ليلة {لا أقسم بيوم القيامة} لقي الله يوم القيامة ووجهه في صورة القمر ليلة البدر
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam maka dia tidak akan ditimpa kemiskinan selamanya. Dan barangsiapa setiap malam membaca Surat Al-Qiyamah, maka dia akan berjumpa dengan Allah pada hari Kiamat sedangkan wajahnya bersinar layaknya rembulan di malam purnama.”
# Hadits ini derajatnya Maudhu’ (PALSU), karena di dalam sanadnya ada seorang perawi Pemalsu hadits yang bernama Ahmad bin Umar Al-Yamami. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: “Ahmad bin Umar al-Yamami adalah seorang perawi hadits yang pendusta.”

2. Abu Asy-Syaikh meriwayatkan dari jalan Abdul Quddus bin Habib, dari Al-Hasan, dari Anas secara marfu’ (sanadnya tersambung kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallm, pent):
من قرأ سورة الواقعة وتعلمها لم يكتب من الغافلين ، ولم يفتقر هو وأهل بيته
“Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah dan mempelajari (tafsir)nya, maka ia tidak dicatat (oleh Allah) termasuk orang-orang yang lalai, dan ia sekeluarga tidak akan mengalami kemiskinan.”
#Hadits ini derajatnya Maudhu’ (PALSU), karena di dalam sanadnya terdapat seorang perawi yang bernama Abdul Quddus bin Habib, ia pernah memalsukan hadits, sebagaimana dinyatakan oleh sebagian ulama hadits. Ibnu Hibban rahimahullah berkata tentangnya: “Dia pernah memalsukan hadits dengan mengatasnamakan para perawi yang tsiqoh (terpercaya). Oleh karenanya, TIDAK BOLEH mencatat dan meriwayatkan hadits darinya.”

3. Diriwayatkan dari Abdullah bin Wahb, ia berkata; telah menceritakan kepadaku As-Sary bin Yahya, ia berkata; bahwa Syuja’ (Abu Syuja’) menceritakan kepadanya dari Abu Thoyyibah (Abu Zhobiyyah), dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
من قرأ سورة الواقعة في كل ليلة لم تصبه فاقة
“Barangsiapa membaca surat Al Waqi’ah setiap malam, maka dia tidak akan tertimpa kemiskinan.”

4. Al-Harits bin Abu Usamah berkata: telah menceritakan kepada kami Al-Abbas bin Al-FadhL, ia berkata; telah menceritakan kepada kami As-Sary bin Yahya, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Syuja’ (Abu Syuja’), dari Abu Thoyyibah, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
من قرأ سورة الواقعة في كل ليلة لم تصبه فاقة أبدا
“Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka dia tidak akan tertimpa kemiskinan selamanya.”

5. Imam Al-Baihaqi berkata: telah memberitahukan kepada kami Abul Husain bin Al-FadhL Al-Qoththon, ia berkata; telah mengkhabarkan kepada kami Abdullah bin Ja’far, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Sufyan, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Al-Hajjaj, ia berkata; telah menceritakan kepada kami As-Sariy bin Yahya Asy-Syaibani Abul Haitsam, dari Syuja’, dari Abu Fathimah, ia berkata:
أن عثمان بن عفانرضى الله عنهعاد ابن مسعود فى مرضه فقال : ما تشتكي ؟ قال : ذنوني قال : فما تشتهي ؟ قال : رحمة ربى قال : ألا ندعوا لك الطبيب ؟ قال : الطبيب أمرضنى قال : ألا آمر لك بعطائك ؟ قال : منعتنيه قبل اليوم ، فلا حاجة لى فيه قال : فدعه لأهلك وعيالك قال : إنى قد علمتهم شيئا إذا قالوه لم يفتقروا ، سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ( من قرأ الواقعة كل ليلة لم يفتقر
“Bahwa Utsman bin Affan radhiyallahu anhu pernah menjenguk Abdullah (bin Mas’ud) ketika ia menderita sakit, lalu Utsman bin ‘Affan bertanya: “Apa yang kau rasakan?” Abdullah berkata,”Dosa-dosaku.” Utsman bertanya: ”Apa yang engkau inginkan?” Abdullah menjawab: ”Rahmat Tuhanku.” Utsman berkata: ”Apakah aku datangkan dokter untukmu.”. Abdullah menjawab: ”Dokter membuatku sakit.” Utsman berkata: ”Apakah aku datangkan kepadamu pemberian (harta) ?” Abdullah menjawab: ”Aku tidak membutuhkannya.” Utsman berkata: ”(Mungkin) harta itu engkau berikan kepada istri dan anak-anakmu (sepeninggalmu, pent).” Abdullah menjawab: ”Sesungguhnya aku telah mengajarkan kepada keluargaku suatu (bacaan) yang apabila mereka membacanya niscaya mereka tidak akan mengalami kemiskinan. Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ”Barangsiapa yang membaca surat al-Waqi’ah pada setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan (selama-lamanya, pent).”

#Hadits ke 3,4 dan 5 ini derajatnya DHO’IF (Lemah), karena Di dalam sanadnya ada seorang perawi DHO’IF (Lemah), yaitu Syuja’ (atau Abu Syuja’). Imam Adz-Dzahabi rahimahullah berkata: ”Abu Syuja’ adalah seorang yang majhul (tidak dikenal jati dirinya dan tidak diketahui kredibilitasnya). Demikian juga ia meriwayatkan dari Abu Thayyibah, siapa Abu Thayyibah itu?” (maksudnya dia adalah perawi yang tidak dikenal juga).

Dan terakhir tentang Al-Kahf. Nah, Al-Kahf ini terdapat hadits atau dalil yang memang dinyatakan kebenarannya.
1. "Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'atiq." (HR. Ad-Darimi, al-Nasai, dan Al-Hakim).
Jadi maksud disini bahwa ganjaran yang disiapkan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada hari Jum’at akan diberikan cahaya. Dan cahaya ini diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit.
2. "Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi). 
Jadi bisa berupa ampunan dosa antara dua Jum’at. Cahaya ini bentuk ketaatan yang akan menghapuskan kemaksiatan.

Gimana? Udah paham kan mana yang dianjurkan mana yang tidak. Ohiya kenapasih malem Jum’at dan hari Jum’at? Karena pergantian hari menurut Islam itu dari terbenamnya matahari. Sebenernya kalau mau mengikuti sunnah-sunnah lainnya yang diajarkan oleh Rasulullah masih banyak yaa jadi jangan terpaku dengan membaca satu surat di malam Jum’at atau dihari Jum’at.

Segitu aja isi blog kali ini, sekali lagi aku sharing ilmu berdasarkan ceramah yang ku tonton dan pembelajaran dari sekolah ku hehe. Jadi kalau emang pernyataan aku disini kurang tepat, mohon diberitahu kebenarannya. Oh iya ada satu lagi nih yang ngebantu aku dalam nyampein materi ini.

Terimakasih nih untuk para pembaca. Semoga bermafaat ya. 

Jumat, 22 Juni 2018

#BelajarBarengYuk

05.10 0 Comments

Hei hei hei..
Wow udah lama ye ga ngepost, ini antara males apa gada topik untuk dibahas ya? Hehe. Well, dikesempatan kali ini gue mau sedikit sharing ajasih ya tentang sebuah resep rahasia. Karena mau di share, resep ini gajadi rahasia lagi. (hehe)
Intro dulu nih ya, sebelumnya gue emang jarang banget buat masak. Yeah, kebiasaan keluarga gue kalo makan ya beli, although makanan yang dibeli itu-itu aja gitu. Jadi terkadang itutuh bikin gue bosen banget. In one day, gue tersadar akan kodrat nya wanita (apaansi). Ya gitu, wanita harus identik bisa masak. Dan disitu i’ll try to make something. And for the first experiment, i tried to cook “Tumis Kerang”. Kedengarannya sih sangat mudah, but bagi gue yang masih beginner itu sedikit sulit sih ya membuat makanan itu menjadi makanan yang totally sempurna. So, isi blog kali ini ialaaah gue mau bagi resep Tumis Kerang yang gue buat nih. Okay, here we go!

Bahan:
-         Kerang (ini udah pasti dong, kan kita mau masak ini)
-         Cabai rawit, keriting dan cabai hijau
-         Daun salam
-         Air
-         Kecap manis
-         Garam
-         Gula
-         Lengkuas
-         Bawang putih, bawang merah

Cara:
1. Siapkan bahan-bahan. Sebenernya kalian bisa tambahin bahan-bahan lainnya misalnya selederi, toge, atau bahan lainnya sesuai selera. Berhubung saya masih pemula, saya tidak menambahkan bahan-bahan lainnya.
2. Cuci bersih bahan-bahan yang akan diolah. Seperti cabai, lengkuas, dan tidak lupa dengan kerang.
3. Iris bawang merah dan bawang putih. Saya menggunakan 6 sium bawang merah dan 4 sium bawang putih. Banyak tidaknya bawang sebenernya tergantung pada seberapa banyak porsi kerang yang akan kalian sajikan.
4. Iris cabai kecil-kecil. Balik lagi, banyak tidaknya cabai tergantung selera.
5. Geprek lengkuas. Dan satukan semua bahan yang sudah diiris tadi untuk di tumis.

6. Tuang minyak ke dalam wajan, dan tunggu hingga panas. Minyak nya sedikit saja yaa hehe.
7.  Masukkan bahan-bahan awal nya seperti cabai iris, bawang iris, lengkuas dan daun salam. Lalu di oseng-oseng sampai tercium wangi.
8. Jika sudah, masukkan kerang yang sudah dicuci bersih tadi. Di oseng sebentar, lalu masukkan air.
9.  Sedikit demi sedikit berilah gula, garam dan kecap manis. Aduk rata.
10. Kalo merasa rasanya kurang, bisa diberi bumbu lainnya. Jika sudah merasa pas, sajikan tumis kerang tersebut.


Nah itulah cara gue masak hehee. Buat kalian yang mau coba, silahkan dicoba. Semoga hasilnya lebih memuaskan yaa. Dan jangan takut ya kalau mau mix bahan-bahan lainnya. Karna kalau salah, gaada yang mau marahain lo kok, hehe. Okay guys, sampe sini aja ya isi blog gue kali ini. Happy trying!


Minggu, 29 April 2018

Etika Politik, Pancasila & Psikologi

06.57 0 Comments

Hubungan antara Etika Politik dan Pancasila terhadap Psikologi


Apasih Etika dan Etika Politik itu?
Secara etimologi etika berasal dari bahasa yunani yaitu ‘ethos’ yang berarti watak, adat ataupun kesusilaan. Etika termasuk kelompok filsafat praktis dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu etika umum dan etika khusus. Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu, atau bagaimana kita  harus mengambil sikap bertanggung jawab yang berhadapan dengan berbagai ajaran moral (Suseno, 1987).
Etika umum merupakan prinsip- prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia sedangkan etika khusus membahas prinsip-prinsip. Etika khusus dibagi  menjadi etika individu yang membahas kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan etika sosial yang membahas tentang kewajiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup masyarakat, yang merupakan suatu bagian terbesar dari etika khusus.
Menurut Bartens, sebenarnya terdapat tiga makna dari etika. Pertama, etika dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya (sistem nilai dalam hidup manusia perseorangan atau hidup bermasyarakat). Kedua, etika dipakai dalam arti kumpulan asas dan nilai moral, yang dimaksud disini adalah kode etik. Ketiga, etika dipakai dalam arti ilmu tentang yang baik atau yang buruk (sama dengan filsafat moral).
Sementara itu, Etika politik merupakan sebuah cabang dalam ilmu etika yang membahas hakikat manusia sebagai makhluk yang berpolitik dan dasar-dasar norma yang dipakai dalam kegiatan politik. Etika politik sangat penting karena mempertanyakan hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan mempertanyakan atas dasar apa sebuah norma digunakan untuk mengontrol perilaku politik. Etika politik menelusuri batas-batas ilmu politik, kajian ideologi, asas-asas dalam ilmu hukum, peraturan-peraturan ketatanegaraan dan kondisi psikologis manusia sampai ke titik terdalam dari manusia melalui pengamatan terhadap perilaku, sikap, keputusan, aksi, dan kebijakan politik.
Jadi, tugas utama etika politik sebagai metode kritis adalah memeriksa legitimasi ideologi yang dipakai oleh kekuasaan dalam menjalankan wewenangnya. Namun demikian, bukan berarti bahwa etika politik hanya dapat digunakan sebagai alat kritik. Etika politik harus pula dikritisi. Oleh karena itu, etika politik harus terbuka terhadap kritik dan ilmu-ilmu terapan.
Fungsi etika politik dalam masyarakat terbatas pada penyediaan alat-alat teoritis untuk mempertanyakan serta menjelaskan legitimasi politik secara bertanggung jawab. Jadi, tidak berdasarkan emosi, prasangka dan apriori, melainkan secara rasional objektif dan argumentatif. Etika politik tidak langsung mencampuri politik praktis. Tugas etika politik membantu agar  pembahasan masalah-masalah ideologis dapat dijalankan secara objektif.

Pancasila sebagai Sistem Etika.
Nilai, norma, etika, dan moral adalah konsep-konsep yang saling berkaitan. Dalam hubungannya dengan Pancasila maka akan memberikan pemahaman yang saling melengkapi sebagai sistem etika. Pancasila sebagai sistem etika adalah poin – poin  yang terkandung di dalam pancasila yang mencerminkan etika yang ada pada diri bangsa Indonesia:
1.      Negara Indonesia berdasarkan sila I “Ketuhanan Yang Maha Esa” → bukan negara Teokrasi (tidak mendasarakan pada legitimasi religius) → Namun secara moralitas kehidupan negara harus sesuai dengan nilai-nilai yang berasal dari TUHAN terutama hukum serta moral dalam kehidupan negara.
2.      Sila II “Kemanusaian yang adil dan beradab” → Negara pada prinsipnya merupakan persekutuan hidup manusia sebagai mahluk TUHAN Yang Maha Esa.
3.      Sila III “Persatuan Indonesia” → Bangsa Indoneia sebagai bagaian dari umat manusia di dunia hidup secara bersama dalam suatu wilayah tertentu dengan suatu cita-cita serta prinsip-prinsip hidup demi kesejahteraan bersama.
4.      Sila IV “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” → Negara adalah berasal dari rakyat dan segala kebijaksanaan dan kekuasaan yang dilakukan senantiasa untuk rakyat.
5.      Sila V “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” → Negara Indonesia adalah negara hukum, oleh karena itu, “Keadilan” dalam hidup bersama (keadilan sosial) merupakan tujuan dalam kehidupan negara.
Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, etika politik menuntut agar kekuasaan dalam negara dijalankan sesuai dengan;
1.      Asas legalitas (legitimasi hukum), yaitu dijalankan sesuai dengan hukum yang berlaku.
2.      Disahkan dan dijalankan secara demokratis (legitimasi demokratis).
3.      Dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip moral atau tidak bertentangan dengannya (legitimasi moral).
Pembentukan etika ini berdasarkan hati nurani dan tingkah laku, tidak ada paksaan dalam hal ini. Pancasila memegang peranan dalam perwujudan sebuah sistem etika yang baik di negara ini. Pancasila sebagai etika politik maka mempunyai lima prinsip itu berikut ini disusun menurut pengelompokan Pancasila, karena Pancasila memiliki logika internal yang sesuai dengan tuntutan-tuntutan dasar etika politik modern.
A.    Pluralisme
Pluralisme adalah kesediaan untuk menerima pluralitas, artinya untuk hidup dengan positif, damai, toleran, dan biasa/normal bersama warga masyarakat yang berbeda pandangan hidup, agama, budaya, adat. Pluralisme  mengimplikasikan pengakuan terhadap kebebasan beragama, kebebasan berpikir, kebebasan mencari informasi, toleransi. Pluralisme memerlukan kematangan kepribadian seseorang dan sekelompok orang.
B.     Hak Asasi Manusia
Jaminan hak-hak asasi manusia adalah bukti Kemanusian yang adil dan beradab. Karena hak-hak asasi manusia menyatakan bagaimana manusia wajib diperlakukan dan wajib tidak diperlakukan. Jadi bagaimana manusia harus diperlakukan agar sesuai dengan martabatnya sebagai manusia. Karena itu, hak-hak asasi manusia adalah baik mutlak maupun kontekstual dalam pengertian sebagai berikut:
a.       Mutlak karena manusia memilikinya bukan karena pemberian Negara, masyarakat, melainkan karena pemberian Sang Pencipta .

b.      Kontekstual karena baru mempunyai fungsi dan karena itu mulai disadari, diambang modernitas di mana manusia tidak lagi dilindungi oleh adat/tradisi, dan seblaiknya diancam oleh Negara modern.


C.     Demokrasi
Prinsip “kedaulatan rakyat” menyatakan bahwa tak ada manusia atau sebuah elit atau sekelompok ideologi berhak untuk menentukan dan memaksakan orang lain harus atau boleh hidup. Demokrasi berdasarkan kesadaran bahwa mereka yang dipimpin berhak menentukan siapa yang memimpin mereka dan kemana mereka mau dipimpin. Jadi demokrasi memerlukan sebuah sistem penerjemah kehendak masyarakat ke dalam tindakan politik.
Demokrasi hanya dapat berjalan baik atas dua dasar yaitu :
     a. Pengakuan dan jaminan terhadap HAM; perlindungan terhadap HAM menjadi prinsip mayoritas tidak menjadi kediktatoran mayoritas.
     b. Kekuasaan dijalankan atas dasar, dan dalam ketaatan terhadap hukum (Negara hukum demokratis). Maka kepastian hukum merupakan unsur harkiki dalam demokrasi (karena mencegah pemerintah yang sewenang-wenang).

D. Keadilan Sosial
Keadilan merupakan norma moral paling dasar dalam kehidupan masyarakat. Moralitas masyarakat mulai dengan penolakan terhadap ketidakadilan. Tuntutan keadilan sosial tidak boleh dipahami secara ideologis, sebagai pelaksanaan ide-ide, ideologi-ideologi, agama-agama tertentu, keadilan sosial tidak sama dengan sosialisme. Keadilan sosial adalah keadilan yang terlaksana. Dalam kenyataan, keadilan sosial diusahakan dengan membongkar ketidakadilan-ketidakadilan yang ada dalam masyarakat. Ketidakadilan adalah diskriminasi di semua bidang terhadap perempuan, semua diskriminasi atas dasar ras, suku dan budaya.
Untuk itu tantangan etika politik paling serius di Indonesia sekarang adalah:
a. Kemiskinan, ketidakpedulian dan kekerasan sosial.
b. Ekstremisme ideologis yang anti pluralism, pertama-tama ekstremisme agama dimana mereka yang merasa tahu kehendak Tuhan merasa berhak juga memaksakan pendapat mereka pada masyarakat.
     c. Korupsi.

E. Solidaritas Bangsa
Solidaritas bermakna manusia tidak hanya hidup demi diri sendiri, melainkan juga demi orang lain, bahwa kita bersatu senasib sepenanggungan. Manusia hanya hidup menurut harkatnya apabila tidak hanya bagi dirinya sendiri, melainkan menyumbang sesuatu pada hidup manusia-manusia lain. Sosialitas manusia berkembang secara melingkar yaitu keluarga, kampung, kelompok etnis, kelompok agama, kebangsaan, solidaritas sebagai manusia.  Maka di sini termasuk rasa kebangsaan. Manusia menjadi seimbang apabila semua lingkaran kesosialan itu dihayati dalam kaitan dan keterbatasan masing-masing.

                                                                                                

Sumber:


Minggu, 01 April 2018

Ilmu Alamiah Dasar #Part2

00.01 0 Comments

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)??

Kalau di blog aku sebelumnya membahas makna dari ilmu dan pengetahuan, sekarang disini aku mau nambahin wawasan kalian lagi nih. Jadi ilmu pengetahuan banyak sekali di aplikasikan pada teknologi lho. Mungkin buat masyarakat Indonesia yang hidup di tahun 50-90an pasti merasakan sekali perbedaan dalam kehidupan di dunia ini khususnya pada teknologi itu sendiri. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yaitu suatu sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan ataupun wawasan seseorang dibidang teknologi. Dapat juga dikatakan, definisi IPTEK ialah merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, baik itu penemuan yang terbaru yang bersangkutan dengan teknologi ataupun perkembangan dibidang teknologi itu sendiri.
Sesuatu yang berada di muka bumi ini pasti memiliki dampak positif maupun negatif, begitu juga dengan IPTEK. Dampak positif nya ialah IPTEK sendiri bisa meringankan pekerjaan manusia, membuat segala sesuatu nya menjadi mudah dan ringan, dapat mengurangi pemakaian bahan-bahan alami yang semakin lama semakin langka, dan membuat kehidupan manusia menjadi lebih maju dan keren. Tetapi IPTEK pun memunculkn dampak negatif apabila yang memproduksi maupun yang mengonsumsi itu berlebihan. Seperti hal nya dapat merusak moral, dapat menimbulkan kemalasan, ketergantungan, dan efek ketagihan.

Lalu kita bisa melihat adanya IPTEK dalam bidang transportasi seperti kemunculan mobil, motor, kapal laut, pesawat, kereta api, dll. Kemunculan transportasi tersebut sangat memudahkan masyarakat Indonesia untuk berpergian dalam waktu singkat, lalu bisa memudahkan pengiriman barang dengan cepat dan aman. Mungkin beberapa dari kalian ada yang tidak merasakan ‘susahnya’ bepergian pada zaman dahulu, kalau ingin mengirimkan barang seperti inpor ekspor juga susah, dikarenakan tidak adanya transportasi yang memenuhi seperti sekarang ini. Dulu tranposrtasi hanya memanfaatkan pada hewan-hewan seperti kuda yang nanti nya dijadikan andong, atau dengan sepeda bahkan dengan jalan kaki. Penggunaan mobil atau motor pun terbatas, hanya sedikit orang yang dapat menggunkannya. Itupun masih yang bahan bakar nya tidak ramah lingkungan sehingga asep nya sangat ngebul dan bau. Walaupun memudahkan masyrakat, tetapi zaman sekarang kan kalau beli mobil ataupun motor kan merupakan hal yang mudah, misalnya dari pembelian bisa dicicil lalu dp 0%, yang menyebabkan transportasi tersebut mendominasi jalanan yang menyebabkan kemacetan, kecelakan yang banyak, bahkan banyak membuat orang menjadi agresif saat dijalan.

Lalu IPTEK juga berkembang di bidang pendidikan. Seperti kita sadari, kalau kita mencari informasi atau hal yang kita belum tau kita bisa menggunakan barang-barang elektronik kita dalam mendapatkan pengetahuan. Jadi guru bukan satu-satunya sumber dari ilmu pengetahuan. Lalu bisa juga kita belajar di rumah karena lagi sakit sambil video call dengan guru saat guru tersebut sedang mengajar. Tapi negatif nya ialah kalau kita tidak cerdas dalam memilah pengetahuan baru tersebut. Bisa jadi pengetahuan tersebut bersifat menyesatkan karena di internet siapapun bisa menulis apapun. Jadi kita pun harus bisa memilah informasi dengan sebaik-baiknya.

Selanjutnya ada perkembangan IPTEK di bidang komunikasi. Hayoo siapa sih yang gapernah melakukan komunikasi? Tidak mungkin dong dari kalian ada yang tidak pernah melakukan komunikasi sama sekali. Yup, komunikasi merupakan hal yang sangat lumrah pada masyarakat Indonesia. Dan alat komunikasi kita banyak sekali lho. Misalnya aja ada smartphone, laptop, komputer, dll. Pasti dari kalian semua pada punya alat-alat tersebut kan? Alat-alat tersebut sangat memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan siapapun, bahkan dengan beda negara pun kita bisa terhubung dengan mudah dan cepat. Beda sekali dengan zaman dahulu, ketika ingin menyampaikan sesuatu pada orang jauh, kita harus menggunakan media surat menyurat. Itupun kecepetan dalam feedback nya diperlukan waktu yang sangat lama. Bersyukurlah kalian karena zaman sekarang yang sudah canggih, jadi kalau ingin berkomunikasi dengan orang-orang sangat mudah. Tetapi dampak negatif yang ditimbulkan ialah karna kita bisa berinterikasi dengan siapapun, terkadang orang memanfaatkan itu sebagai tindakan kejahatan.

Dan terakhir perkembangan IPTEK di bidang kesenian dan kebudayaan. Jangan salah lho, seni dan budaya juga merupakan terobosan dari perkembangan IPTEK itu sendiri. Masyarakat bisa mempopulerkan seni dan budaya Indonesia melalui teknologi-teknologi canggih. Misalnya kita merekam suatu tarian khas Bali dan mengupload nya di beberapa media, seperti youtube. Yang mengakses youtube itu dari semua kalangan dan semua negara. Dan orang-orang menjadi tau dan mungkin ini mempelajari tarian khas Bali tersebut. Namun adanya dampak negatif yang ditimbulkan misalnya perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women : From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. 


Sumber :