Sabtu, 31 Maret 2018

Ilmu Alamiah Dasar #Part1

09.33 0 Comments

Ilmu, Pengetahuan dan Metode Ilmiah??

Hai hai hai, kali ini aku mau ngebahas mengenai ilmu, pengetahuan dan metode ilmiah. Sebelumnya, menurut kalian ilmu dengan pengetahuan sama gak sih? Kalau menurut saya sih awalnya ya sesuatu yang yang disebut dengan ilmu ialah hal yang diperoleh dengan cara-cara atau syarat-syarat tertentu dan sudah di uji kebenarannya. Dan pengetahuan sesuatu yang berbeda dengan ilmu, pengetahuan bisa didapetin dimana aja tanpa syarat-syarat tertentu. Misalnya saat kita masih berusia kanak-kanak awal, lalu kita melihat figur orangtua kita makan menggunakan tangan kanan, maka otomatis kita mendapat pengetahuan mengenai kalau makan harus menggunakan tangan kanan. Tapi menurut kalian bener tidak sih mengenai pendapat saya? Atau kalian punya pemikiran yang lainnya? Daripada ribut, mending kita kupas yuk, hehe.

Ilmu adalah pengetahuan yang sudah dikelompokkan, disistematisasi, dan diinterpretasikan sehingga menghasilkan suatu kebenaran objektif serta sudah diuji kebenarannya secara ilmiah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.
Sementara pengetahuan (knowledge) merupakan hasil dari tahu, yang terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni: indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba”.  Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.
Apa aja sih syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan dapat disebut dengan ilmu?
1.      Objektif
Artinya bahwa kebenaran melekat pada bendanya dan bukan pada orang yang menilainya. Misalnya saya mengukur berat 1 ember air seberat 1 kg, sedangkan orang lain mengukur benda tadi juga maka akan didapatkan hasil yang sama. Kebenaran tersebutlah yang disebut sebagai Kebenaran yang objektif.
Berbeda dengan subjektif, yang kebenarannya berdasarkan penilaian seseorang. Misalnya saya menilai Justin Bieber sangat tampan tetapi teman saya menilai Justin Bieber tidak terlalu tampan. Sehingga penilaian tentang Justin Bieber bersifat subjektif, karena semua kebenarannya tegantung orang yang menilainya.
2.      Metodis
Metodis berasal dari bahasa Yunani “Metodos” yang artinya: cara, jalan. Metodis artinya metode/cara tertentu yang dipakai dan biasanya merujuk kepada sebuah metode ilmiah.
3.      Sistematis
Didalam pengalamannya mencoba menjelaskan dan mengetahui suatu objek, ilmu harus terumus dan teruraikan di dalam hubungan yang masuk diakal (logis) dan teratur agar terbentuk suatu sistem yang memiliki keutuhan, menyeluruh, terpadu dalam segi arti, dan dapat memaparkan sebuah rangkaian sebab akibat menyangkut tentang objektifnya.
4.      Universal
Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180º.


Lho, judul nya kok terdapat metode ilmiah nya? Apa hubungannya sih? Jadi kalau kalian teliti membaca tulisan saya dari awal, ilmu dan pengetahuan sama sama merujuk pada kebenaran ilmiah dan metode ilmiah. Jika dijelaskan secara lengkap Metode Ilmiah terdiri dari 2 (dua) kata yaitu kata Metode dan Ilmiah. Metode merupakan cara seseorang dalam melakukan suatu kegiatan untuk memecahkan masalah yang ada secara sistematis. Sedangkan kata Ilmiah merupakan cara mendapatkan pengetahuan secara alami dan berdasarkan bukti fisis.
Langkah-langkah membuat metode ilmiah:
1. Melakukan Observasi.
Dalam peroses observasi seorang peneliti akan melakukan identifikasi terhadap sifat-sifat utama yang dimiliki oleh subjek yang akan diteliti. Proses ini dapat melibatkan proses penentuan definisi maupun observasi. Observasi sering sekali membutuhkan perhitungan atau pengukuran yang teliti.
Pengukuran dapat dilakukan di tempat-tempat tertentu misalnya seperti di laboratorium dan lain-lain. Proses pengukuran juga sering memerlukan peralatan misalnya seperti termometer jika akan mengukur suhu ataupun peralatan lainnya yang sesuai dengan objek yang diteliti. Lalu hasil dari pengukuran biasanya dimasukan kedalam sebuah tabel atau bisa juga digambarkan dalam bentuk grafik dan diproses dengan cara statistika. Di dalam pengukuran karya ilmiah biasanya akan disertai dengan estimasi (metode memperkirakan nilai dari suatu populasi dengan menggunakan nilai yang didapatkan dari sampel) ketidakpastian hasil dari pengukuran yang dilakukan. Dan ketidakpastian itu biasanya sering diestimasikan dengan melakukan pengukuran berulang-ulang dari kuantitas yang diukur.
2. Melakukan identifikasi masalah.
Perumusan masalah merupakan keharusan dalam metode ilmiah. Permasalahan dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, dengan menggunakan kalimat tanya. Dengan pertanyaan tersebut maka diharapkan dapat mempermudah orang untuk melakukan metode ilmiah, untuk mengumpulkan data atau informasi yang diperlukan, melakukan analisis terhadap data tersebut dan menyimpulkannya.
3. Menyatakan hipotesis.
Hipotesis dapat dikatakan sebagai suatu ide atau dugaan sementara penyelesaian permasalahan yang terdapat dalam penelitian ilmiah. Hipotesis sangat berguna untuk memungkinkan prediksi yang berdasarkan deduksi. Prediksi ini dapat meramalkan hasil dari eksperimen yang dilakukan. Dan hipotesis tersebut belum tentu diketahui akan kebenarannya.
4. Melakukan eksperimen.
Tujuan melakukan Eksperimen yaitu untuk menguji Hipotesis yang telah diajukan. Perhitungkanlah semua variabel yang ada, yaitu semua yang mempengaruhi eksperimen yang dilakukan. Hasil dari eksperimen akan meningkatkan probabilitas kebenaran hipotesis. Hasil eksperimen dapat menyalahkan hipotesisi apabila hasilnya bertentangan dengan hipotesis. Melakukan pencatatan yang detail pada hasil eksperimen sangatlah penting, karena untuk membantu dalam laporan eksperimen dan memberikan bukti efektivitas serta keutuhan dari cara-cara yang dilakukan.
Terdapat 3 (tiga) variabel yang harus diperhatikan, yang diantaranya:
  • Variabel bebas, yaitu variabel yang dapat diubah-ubah secara bebas.
  • Variabel terikat, yaitu variabel yang diteliti.
  • Dan Variabel kontrol, yaitu variabel yang dipertahankan tetap saat melakukan eksperimen.
5. Menyimpulkan hasil dari eksperimen.
Seseorang yang melakukan metode ilmiah mungkin saja akan mengulangi langkah-langkah yang lebih awal karena pertimbangan-pertimbangan tertentu. Ketidakberhasilan untuk membentuk kesimpulan yang menarik atau tepat dapat membuat seorang peneliti mempertimbangkan ulang subjek yang dipelajarinya. Karena ketidakberhasilan hipotesis dalam menghasilkan prediksi atau ramalan yang menarik dan teruji dapat membuat seorang peneliti mempertimbangkan hasilnya. Dapat juga membuat seorang peneliti mempertimbangkan ulang metode dari eksperimen bahkan hipotesis yang mendasarinya. Sering sekali eksperimen dalam metode ilmiah tidak dilakukan oleh orang yang membuat prediksi, karakterisasi didasarkan dari eksperimen yang dilakukan orang lain.
Kesimpulan ilmiah dapat dikatakan sebagai ringkasan dari hasil eksperimen yang dilakukan dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil yang didapatkan dari eksperimen dengan Hipotesis. Jika hasil dari eksperimen yang telah dilakukan tidak sesuai dengan hipotesis, maka lakukan hal-hal sebagai berikut ini:
  • Jangan mengubah hipotesisnya.
  • Jangan abaikan hasil dari eksperimen.
  • Berikanlah alasan-alasan yang logis atau masuk akal mengapa tidak bisa sesuai.
  • Berikanlah cara-cara yang mungkin dapat dilakukan selanjutnya, untuk menemukan penyebab dari ketidaksesuaian antara hasil ekperimennya dengan hipotesis.
  • Jika memang masih ada waktu, lakukan kebali eksperimen ataupun susun ulang kembali eksperimennya.
Kesimpulan harus berbentuk kalimat deklaratif atau kalimat yang bermaksud memberitakan yang ditulis secara singkat, jelas dan padat. Hindarilah menulis data-data yang tidak relevan dengan permasalahan yang diajukan.


Sumber :


Sabtu, 17 Maret 2018

#BelajarBarengYuk

03.49 0 Comments

Cara Membuat Bola-Bola Coklat



Bahan:
 ◦ 250 gr biskuit manis
 ◦ 100 gr gula halus
 ◦ 100 gr kacang almond
 ◦ 50 gr mentega cair
 ◦ 100 ml susu kental manis coklat
 ◦ Untuk toping, kalian bisa gunakan 200 gr dark cooking chocolate dan meises.

Cara membuat:
 ◦ Hancurkan biskuit manis hingga lembut.
 ◦ Kacang almond nya di panggang lalu cincang kasar.
 ◦ Campurkan semua bahan, lalu diaduk rata (kecuali toping).
 ◦ Ambil sedikit adonan lalu buat menyerupai bentuk bulat.
 ◦ Oh iya sambil pengerjaan adonan, dark chocolate nya dilelehkan ya. Kalau sudah meleleh, adonan yang sudah dibentuk menjadi bentuk bulat dicelupkan, lalu di gulingkan di atas meises.
 ◦ Hidangkan di piring/tempat lainnya.


 Selamat Mencoba😉






Kamis, 15 Maret 2018

#BelajarBarengYuk

23.38 0 Comments
Learning Germany Language



Assalamualaikum,
Halo lagi kawanku dimanapun kalian berada!😁 semoga kalian sehat selalu ya hehe.

Kali ini aku mau sedikit share aja nih sama kalian tentang pengenalan bahasa jerman. Oh iya, kalian penasaran gak sih kenapa tiba-tiba blog kali ini isinya tentang belajar bahasa jerman? Oke jadi singkat cerita nya aku tuh dari dulu tertarik banget buat pelajarin bahasa jerman. Soalnya kata temen-temen aku pas sma, bahasa jerman itu bahasa yang susah di benua eropa. Hmm, kalo kalian emang jago bahasa inggris, kemungkinan buat belajar bahasa jerman ga begitu susah ko:) hehe.

Aku cuma belajar belajar bahasa nya dari buku, dan suka searching di internet. Dan aku tuh dulu pas sma tertarik banget buat ngelanjutin pendidikan kuliah di jerman, makanya tuh dulu aku chat chat gitu kaka kelas aku yang di jerman, tapi.......dari segi biaya buat modal hidup kayaknya ga dulu deh hehehe, kasian orang tua:(


A. Oke deh gitu aja ah ceritanya haha, hmm kali ini aku bakal share kalian ilmu awal ya hehe. Biar kalian mudah memahami nya, aku kasih pembeda dari bahasa Indonesia-Inggris-Jerman ya. Selamat belajar!


Indonesia
Inggris
Jerman
Saya/aku
I
ich
Kamu
You
du
Mereka
They
Sie
Kita/kami
We
wir
Dia (perempuan)
She
sie
Dia (laki-laki)
He
er
Dia (neutral)
It
es


Lalu, bagaimana sih cara untuk memperkenalkan diri kita? Yup! Kita bisa menggunakan kalimat kalimat dibawah ini:

1.    Wie heißen Sie?
(siapa nama Anda?)
biasanya digunakan dalam bentuk formal atau bicara dengan orang yang lebih tua.

2.    Wie ist dein Name?
(siapa namamu?)
biasanya digunakan dalam bentuk yang tidak formal atau bicara dengan yang sebaya.

3.    Darf ich mich vorstellen?
(bolehkan saya memperkenalkan diri?)

Lalu kalimat kalimat di atas bisa dijawab dengan:

1.    Mein Name ist ...... (nama saya ......)
2.    ich bin ..... (saya .....)

Germany

B. Ungkapan untuk menyapa orang.

• Guten morgen = selamat pagi (mulai dari pagi hingga pukul 12.00)
• Guten tag = selamat siang (mulai dari pukul 12.00 hingga pukul 19.00)
• Guten abend = selamat malam (mulai dari pukul 19.00)


Mungkin isi blog ini cukup sampai situ dulu ya kawan kawan ku. Di lain blog aku akan ngasih kalian lanjutan dari pembelajaran ini. Semoga ilmu yang sedikit ini membawa berkah yang banyak. Auf Wiedersehen!!!!🙂

Rabu, 14 Maret 2018

#CurhatPengalaman

06.18 0 Comments

Rindu......



Assalamualaikum, ih udah lama ya ga ngepost blog. sekalinya ngepost malah tugas hihi, kali ini ngga ko guyss.
Isii blog kali ini ialaah..... jeng jeng jeeeng. Yup! Seperti judulnya, Rindu! Rindu siapa ya kira kira hehehe. Rindu pacar? mantan? gebetan? atau mantan gebetan? Haha, salah semua.
Mau nyoba nebak lagi gak nih? hehe. Oke deh cukup, dikasih tau aja ya dari pada penasaran (hmm padahal mah gaada yang penasaran sama hidup saya ya haha)

Oke, i miss basketball really so much. Yup, basket adalah olahraga yang sangat sangat sangat saya suka. Meskipun saya ga jago jago banget ya seperti pemain NBA gitu haha. Rindu dengan tim, terutama rindu sama pelatihnya mungkin ya HAHAHA (just kidding).

Mau cerita singkat aja sih pengalaman saya tentang basket. Jadi dulu saya gasuka banget deh sama basket, dikarenakan saat saya duduk dibangku SD kelas 5 atau 6 (lupa), sempat ada kejadian yang bikin saya gasuka basket gitu deh hehe. Jadi ceritanya dulu pelajaran olahraga kita mainin permainan bola basket, nah anak anak kelas disuruh bapa guru untuk melingkar di lapangan, jadi kita kaya passing gitu ke temen temen, ya bahasa gampang nya mah ngoper ngoper bola lah ya ke temen-temen di dalam lingkaran itu. Singkat cerita, disaat teman saya mau ngoper bola itu ke saya, saya lagi ga siap gitu deh, eh dia udah keburu ngoper bola ke saya, uuuh alhasil jari manis kanan saya kepletek kenceng gitu. Kepletek bahasa bagus nya apa yaa, pokonya kecetut gitu deh hahaha. Langsung deh jari saya di pijet gitu sama guru olahraga saya, dan btw sampe sekarang jari manis saya gabisa di pletekin lagi loh hehee.

Naahh, lama kelamaan kenapa yaa SMP, SMA, temen-temen saya join tim basket. Dan disitu saya malah jadi penasaran dan mencoba buat ga benci basket. Alhasil saya SMA masuk tim basket sekolah saya, nama nya AMBT (Al-Muslim Basketball Team), jadi kalo nemu AMBT berarti itu dari sekolah saya ya hehehehe. Yaudah deh jadinya malah sayaa ketagihan buat basket, basket, dan basket.

Dan yang saya paling rindukan ialah dimana saat mau lomba huhu, udah bikin tegang, latihan nya makin ketat, duh dulu mah bawaannya up (nyerah) lah yaa. Tapi saya kuat kok menempuh semuanya hahaha:) (sok kuat sih sebenernya mah).

Yaaa gitu deh ya, semenjak saya kuliah saya ga join buat tim basket kampus saya. Soalnya basket kampus saya tuh ada di kampus D Gunadarma yang letaknya ada di Depok sana. Sementara saya di Kalimalang huhu jauh:( , udah gitu latihan nya malem. 

Mau kasih 1 nih foto tim kesayangan akuu hehe, kenapa cuma 1? Karna foto-foto yang lainnya di hp yang lama dan itu rusak:(. I just have one, dan ini pun foto yang pernah aku post di instagram aku sendiri. Yaudahlah ya:(, intinya aku rindu baset, dan tim sukses ku



Sabtu, 09 Desember 2017

Manusia dan Penderitaan

07.13 0 Comments
BULLYING



Aduh, ngomongin tentang bullying itu rasanya sedih gimana gitu, efek dari bullying itu sangat besar loh buat kehidupan orang lain. Meskipun ada beberapa orang yang di bully bisa sabar dan berusaha itu gak peduliin tindakan/omongan orang lain, tapi tetep aja tindakan bullying menurut saya sangat sangat sangat sangat JAHAT (aduh nulis sangat nya sampai banyak gini kan). Mungkin dari kalian gak sadar kalau perbuatan kalian sudah termaksud kategori bullying. Maka disini saya akan beritahu definisi bullying itu apa.

Bullying sendiri berasal dari bahasa inggris yang artinya menggertak. Secara terminologi, bullying adalah perilaku menyimpang yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki perilaku dominan lebih kuat kepada seseorang yang lebih lemah dengan cara menggertak, atau menciptakan suasana tidak nyaman bagi korban secara terus menerus sehingga korban merasa paranoid terhadap seseorang yang menggertaknya. Jadi bullying tidak semerta-merta hanya menggertak, tapi menciptakan suasana yang tidak nyaman secara berulang-ulang pada korban.

Sudah tau kan? Hehehe. Jadi gimana? Kalian yang ‘merasa’ pernah bully temen kalian sendiri/seseorang yang lebih muda dari kalian/bahkan yang lebih tua dari kalian, pernah gak sih saat kalian nge-bully orang, kalian memikirkan perasaan orang yang kalian bully? Atau pernah gak sih terlintas dalam pikiran kalian “kalau gue jadi dia gimana ya, pasti gue sedih bgt” ? Atau kalian yang pernah mem-bully pernah berfikir gak dampak dari pembullyan itu sendiri apa? Bullying itu sangat berdampak lho buat yang membully maupun yang terbully. Apa aja sih dampaknya?

Dampak negatif dari orang yang terbully antara lain:

  • ·         Munculnya berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah tidur. Masalah ini mungkin akan terbawa hingga dewasa.
  • ·         Keluhan kesehatan fisik, seperti sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot.
  • ·         Rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah
  • ·         Penurunan semangat belajar dan prestasi akademis
  • ·         Dalam kasus yang cukup langka, anak-anak korban bullying mungkin akan menunjukkan sifat kekerasan.
Dampak positive dari orang yang terbully yaitu:

  • ·         Lebih kuat dan tegar dalam menghadapi suatu masalah
  • ·         Termotivasi untuk menunjukkan potensi mereka agar tidak lagi direndahkan
  • ·         Terdorong untuk berintrospeksi diri
Dampak dari orang yang membully diantaranya:

  • ·         Berperilaku kasar/abusif
  • ·         Melakukan kriminalitas
  • ·         Terlibat dalam vandalisme
  • ·         Menyalahgunakan obat-obatan dan alkohol
  • ·         Terlibat dalam pergaulan bebas
Dampak bagi orang-orang yang menyaksikan pembullyian adalah:

  • ·         Merasa tidak aman berada di lingkungan sekolah/lainnya
  • ·         Mengalami berbagai masalah mental, seperti depresi dan kegelisahan
  • ·         Menyalahgunakan obat-obatan dan alkohol.

Hayooo, banyak sekali kan dampaknya? Yaa meskipun ada dampak positive nya, tapi perlu di ingat yaa kawan-kawan ku yang ku sayangi, dari skala 1-10, pasti hanya 1 sampai 2 yang bisa nerima bullying dengan positive, sisanya? Jadi, mulai sekarang dari pada kita bully membully, lebih baik saling silahturahmi aja. Silahturahmi itu enak lho, ngomongin baik-baik, jadi gak ada perselisihan. Dan disini saya mau ngasih contoh kasus bullying yang masih hangat hehehe. Di simak yuk, dan kita ambil hikmah nya biar kejadian ini gak terjadi lagi di kehidupan masyarakat.

Pagi itu, waktu menunjukkan pukul 09.00 WIB di Jalan Kemenyan, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Muhammad Farhan (19) sudah siap dengan kemeja putih dan celana bahan warna hitam untuk mengikuti ujian di tempatnya menempuh pendidikan tinggi, Universitas Gunadarma, Depok.

Sekilas Farhan memang terlihat sama dengan mahasiswa lainnya, akan tetapi dia merupakan salah satu anak yang memiliki keistimewaan atau biasa dikenal sebagai anak berkebutuhan khusus. Nama Farhan pun belakangan ini menjadi sebuah pembicaraan hangat di masyarakat lantaran perundungan atau bullying yang diterimanya dari rekan sekelas.

Perundungan yang dialami Farhan menjadi viral lantaran unggahan video yang menyebar di dunia maya. Dalam video itu terlihat beberapa mahasiswa yang menarik-narik tas pria kelahiran 1 April tersebut. Sejumlah mahasiswa pun terlihat mentertawakan kejadian tersebut.

Ketika dimintai keterangan soal kasus yang dialaminya, Farhan yang saat ini sudah semester tiga mengaku dirinya sudah menerima perundungan sejak semester satu. Berbagai bullying yang diterimanya seperti tas yang ditarik-tarik, pintu kelas yang dikunci sehingga dia tidak bisa keluar kelas pada saat pulang kuliah hingga motor yang kadang dikendarainya dipreteli.

Penggemar grup vokal JKT 48 itu mengaku, sejak semester satu perundungan selalu dilakukan oleh pelaku yang sama. Sesekali dirinya pun melawan tetapi hal tersebut seolah tidak berdampak karena mereka masih melakukan hal yang sama berulang-ulang.

Saat kejadian yang menyebar luas itu, Farhan mengatakan, dirinya dikurung terlbih dahulu dalam ruang kelas. Dia tidak sendiri karena masih banyak mahasiswa lainnya yang juga belum keluar kelas. Setelah pintu kelas dibuka, perundungan tidak berhenti.
“Itu sore baru pulang kuliah, pas mau buru-buru pulang ditahan pintu kelas. Tidak hanya saya yang di dalam kelas, tapi ada yang lain mereka juga mau keluar kelas. Tiba-tiba pintu sudah bisa dibuka, saya keluar,” ujarnya.

“Eh tapi dia (pelaku) malah menunggu saya di depan kelas. Pas saya keluar, tas saya ditarik. Saya langsung balas memukul terus saya langsung lempar dengan tong sampah,” ucapnya kemudian.
Ada tiga pelaku utama yang melakukan perundungan terhadap Farhan, yakni AA, YLL dan HN. Peran AA sebagai penarik tas sedangkan YLL berperan sebagai perekam video. HN yang diketahui sebagai ketua kelas yang ikut mem-bully juga mengucapkan kata-kata tidak pantas. Bahkan dia sempat meminta untuk melakukan tindakan fisik terhadap Farhan.

Awalnya, Farhan tidak mengetahui jika aksi tersebut direkam dalam video. Dia mengetahui video itu saat melihat YLL mengunggahnya di aplikasi Line.

Farhan mengaku, dirinya merasa tersakiti dengan perundungan yang diterimanya. “Ya kalau mereka anggapnya bercandaan tapi saya tidak mau. Itu (perundungan) diulangi terus dan tidak berhenti bullying saya. Banyak (pelakunya) dari semester satu, nggak itu saja orangnya,” tuturnya.

Usai perundungan itu menjadi viral, Farhan mengatakan, para pelaku menghampirinya ke kediamannya. Mereka meminta maaf kepada Farhan. “Kemarin mereka datang ke rumah saya termasuk yang upload video itu. Orang tua mereka juga dipanggil oleh Pak Irwan Bastian (Wakil Rektor Tiga Universitas Gunadarma). Saya hanya ingin belajar, lulus dan bekerja, hanya itu,” ucapnya kemudian.
Dia juga mengatakan tidak ada perubahan dari teman-temannya di kampus. Farhan juga tetap beraktifitas seperti biasa. Bahkan, teman-temannya seolah-olah cuek dengan video yang beredar.

Farhan mengaku, selama ini dirinya juga sering ditolong oleh teman-temannya saat menjadi korban perundungan. “Banyak juga yang bantuin saya, terutama yang perempuan. Mereka melindungi saya, menasehati yang membully saya,” ucapnya.

Meski demikian, Farhan mengatakan, bullying tidak mempengaruhinya dalam menuntut ilmu di jurusan Sistem Informatika. Meski dibully sejak semester satu tetapi dia dapat belajar seperti biasa. “Tidak berpengaruh ke nilai, saya tetap belajar seperti biasa. IPK saya juga kemarin ini 3,7,” ucapnya.


Udah kebayang kan gimana perasaan dari orang yang terbully tersebut? Pernah bayangin gak kalau kita di posisi dia, apakah kita mau berada di posisi tersebut? Tentu saja tidak.

Lalu apasih penyebab/faktor dari tindakan bullying disekitaran masyarakat bisa terjadi? Faktor nya ialah:

  1. a.       Faktor Internal
Faktor internal yaitu faktor penyebab yang berasal dari dalam diri pelaku, misalnya faktor psikologis. Gangguan psikologis seperti gangguankepribadian ataupun gangguan emosi bisa disebabkan karena berbagaimasalah yang dihadapi oleh seorang anak. Selain itu, lingkungan keluarga juga mempengaruhi perilaku bullying. Bully biasanya berasal dari keluarga yang memperlakukan mereka dengan kasar.

  1. b.      Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang memicu terjadinya bullying ada bermacam-macam, seperti contohnya pengaruh lingkungan (teman sebaya), keluarga yangkurang harmonis, faktor ekonomi keluarga, dan acara televisi yang kurang mendidik serta kecanggihan teknologi pada era globalisasi ini yang sangat mungkin memicu terjadinya cyber bullying. Alasan yang paling jelas mengapa seseorang menjadi pelaku bullying adalah bahwa pelaku bullying merasakan kepuasan apabila ia “berkuasa” di kalangan teman sebayanya. Selain itu, tawa teman-temansekelompoknya saat ia mempermainkan sang korban memberikan penguatan terhadap perilaku bullying nya.


Dan perlu kita pahamin juga bahwa tindakan bullying tidak hanyak pukul-memukul, ejek-mengejek tetapi juga hal-hal seperti dibawah ini:

  1. 1.      Bullying secara fisik
Seperti namanya, bullying ini memang mengedepankan tindakan fisik demi menindas korbannya dan memeroleh kekuasaan atas korban tersebut. Sang pelaku akan merasa lebih kuat, berkuasa, dan agresif.

  1. 2.      Bullying secara verbal
Jika poin pertama mengandalkan kekuatan dan siksaan fisik, maka yang satu ini cenderung menggunakan kata-kata sebagai senjatanya.Tujuannya sendiri untuk menyakiti, meremehkan, dan merendahkan derajat seseorang. Salah-satu korban yang paling sering mengalami bullying ini adalah mereka yang berkebutuhan khusus.

  1. 3.      Agresi Relasional atau Bullying secara relasional
Bullying yang satu ini cenderung licik dan licin, sehingga seringkali tak terendus oleh orang dewasa seperti guru atau orang tua. Jadi para pelakunya menerapkan yang namanya manipulasi sosial, di mana mereka mensabotase emosi dan kedudukan sosial korbannya. Mereka tak segan untuk mereka-reka cerita, memfitnah, “menusuk dari belakang”, dan mencabut ketenangan seseorang.

  1. 4.      Cyber bullying
Para netter akan melecehkan, mempermalukan, menguntit berlebihan, bahkan melancarkan intimidasi. Misalnya dengan memposting tulisan atau gambar yang menciderai perasaan, keselamatan, dan kehormatan seseorang.

  1. 5.      Bullying seksual
Bullying selanjutnya merupakan bentuk pelecehan seksual yang biasanya terjadi secara berulang-ulang, dan meninggalkan dampak yang cukup mengancam. Contohnya seperti memberikan komentar kotor terkait tubuh seseorang, menatap dengan tatapan mesum, menyebut seseorang sebagai pelacur, meraba area yang tidak seharusnya, bahkan sampai melakukan pelecehan.

  1. 6.      Bulying prejudice atau prasangka
Selanjutnya merupakan bullying yang didasari oleh prasangka terhadap orang yang memiliki perbedaan dari yang lain. Misalnya terkait ras, orientasi seksual, dan juga agama.


Lalu bagaimana sih solusi dari tindakan kita sebagai warga negara yang baik dan peran negara dalam mengatasi kasus bully yang terjadi?

Dari peran negara sendiri sebenarnya cara menyikapinya sudah baik, seperti adanya lembaga atau forum-forum untuk memberantas kasus bullying. Kalau dari kita sendiri cara menyikapinya diantaranya mau didengar dan mau mendengar, maksudnya ialah kita adalah makhluk sosial, dan dari kita pasti memiliki problematika tersendiri dan tidak mungkin kita menyelesaikan apapun sendirian, jadi kita bisa mencurahkan kejadian hal yang tidak enak pada diri kita ke orang lain dan orang lain pun bisa mencurahkan hal yang sama. Kita pun bisa memberi masukan-masukan positive terhadap orang-orang yang hobi membully, dan yang paling penting adalah kita jangan sampai melakukan hal yang sama. Kebencian tidak harus dibalas dengan kebencian juga, karna itu bukan hal yang baik dalam menyelesaikan masalah. Dan peran orang tua juga sangatlah penting untuk mendidik anak, memberikan kasih sayang yang cukup, dan memberikan lingkungan yang aman bagi anak.




Sumber: